Tugas Kode Etik-4

22 Jun

Kelompok 8

Kelas  : 4ID02

Nama / NPM :

  1. Andrey Artha C. S. / 30412831
  2. Dian Puspa H. / 32412034
  3. Eva Komalarini / 32412574

 

 

∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞

Kasus Kode Etik-1

 

  • A dan B bersahabat sejak kuliah, keduanya sangat menjunjung tinggi etika dan kejujuran, dan keduanya masih sering kumpul-kumpul seperti karaoke bersama.
  • A punya perusahaan kontraktor, dan
  • B bekerja di perusahaan konsultan.
  • A memenangkan proyek yang ditangani oleh B.
  • Apakah A dan B tidak boleh lagi karaoke bersama sampai proyek selesai?

 

Jawab:

A dan B tetap diperbolehkan karaoke bersama walaupun proyek sedang berjalan ataupun telah selesai, karena A dan B pada dasarnya memang telah bersahabat sejak kuliah. Pada saat A dan B menjalin kerjasama bisnis hubungan yang terbentuk adalah hubungan professional yaitu hubungan layaknya antara perusahaan kontraktor dan perusahaan konsultan, saat bekerja keduanya yaitu A dan B harus bisa mengesampingkan hubungan persahabatan mereka. Pada saat diluar jam kerja, keduanya tetap dapat menjalin hubungan layaknya dua orang yang bersahabat.

 

∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞

Kasus Kode Etik-2

 

  • Pengolahan Limbah sebuah pabrik secara berkala dites sebelum dialirkan ke saluran irigasi dan selalu dilaporkan ke BPLH lokal.
  • Pada suatu hari Amir menemukan hasil tes buangan sedikit diatas ambang batas.
  • Bos minta kepada Amir, agar data tes hari itu “disesuaikan”. Alasannya kelebihan hanya sedikit. Hanya masalah pengukuran. Tidak membahayakan bagi ikan atau manusia.
  • Kalau dilaporkan, menurut Bos, akan ada tindakan represif dari pihak yang berwenang. (seperti penutupan sementara Pabrik sampai pengolahan diperbaiki atau ada yang kehilangan pekerjaan).
  • Apakah Amir melanggar etika kalau mematuhi perintah Bos?

 

Jawaban:

Sesuai dengan kasus yang ada, Amir tentu melanggar etika apabila mematuhi perintah Bos. Hasil tes buangan dari pengolahan limbah harus dilaporkan secara berkala kepada BPLH lokal tanpa adanya manipulasi pada hasil tes yang ada. Data hasil tes buangan yang diatas ambang batas apabila dilaporkan kepada BPLH lokal memang akan berdampak pada penutupan sementara Pabrik sampai pengolahan diperbaiki atau ada yang kehilangan pekerjaan, namun hal tersebut lebih baik daripada harus memanipulasi data hasil tes buangan pengolahan limbah. Hasil buangan pengolahan limbah yang diatas ambang batas akan berdampak besar pada kesehatan masyarakat sekitar pabrik, dimana apabila Amir mematuhi perintah Bos untuk memanipulasi atau dengan istilah “disesuikan” maka pada akhirnya hasil buangan pengolahan limbah yang diambang batas tersebut akan tercampur dengan hasil pertanian dan ikan-ikan yang berada pada area pertanian karena hasil buangan tersebut akan dialirkan di saluran irigasi. Hasil pertanian dan ikan-ikan tersebut akan dikonsumsi oleh masyarakat sekitar, dan pada akhirnya akan bermunculan masyarakat sekitar yang mengalami masalah kesehatan dari mulai ringan hingga berat. Masalah kesehatan tersebut akan membuat pihak Pabrik dituntut secara hukum oleh masyarakat sekitar karena dianggap telah menyepelekan aspek lingkungan pada AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan), hal ini pula akan memicu tindakan represif dari pihak yang berwenang yaitu Pabrik akan ditutup sementara. Selain tuntutan hukum yang diberikan untuk pihak Pabrik, pihak Pabrik juga harus menanggung biaya pengobatan masyarakat sekitar akibat kelalaian yang diperbuat oleh Amir dan Bosnya. Amir dan Bosnya tentu akan dipecat karena dianggap telah melakukan kelalaian yang berdampak pada masalah kesehatan masyarakat sekitar. Padahal dalam prinsip-prinsip profesi tertera poin-poin tanggung jawab dan integritas moral, dalam SAPTA DHARMA pula tertera jelas bahwa Insinyur Indonesia harus senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat serta menghindari terjadinya pertentangan kepentingan dalam tanggung jawab tugasnya.

Tentu akan jauh lebih baik apabila Amir tidak memanipulasi hasil tes buangan pengolahan limbah. Hasil tes yang sedikit diambang batas tentu tidak akan memicu penutupan Pabrik secara sementara atau akan ada yang kehilangan pekerjaan, tetapi pihak berwenang hanya akan memerintahkan pihak Pabrik untuk memperbaiki pengolahan limbah. Antara Amir dan Bosnya tentu akan menimbulkan konflik apabila Amir tidak menuruti perintah Bosnya, namun konflik tersebut dapat diatasi dengan kesediaan Amir untuk menjelaskan secara detail dampak apa saja yang akan timbul apabila data hasil tes tersebut dimanipulasi.

 

∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞

Dilemma

 

  • The hijacked plane with 200 people is approaching a building with 50,000 people
  • Vote! Will you shoot down the plane
  • A true moral dilemma

 

Answer :

The morality of intentionally shooting down passenger aircraft believed to be under the control of suicide hijackers. it is assumed that if a passenger aircraft failed to respond, and appeared to be heading towards a ‘big’ target eg a city, the government would assume it had been taken over by suicide hijackers and, as a last resort, order the Air Force to shoot down the passenger aircraft to reduce the loss of innocent life at the assumed target. This seems the ‘sensible’ utilitarian things to do. This is a situation in which a straightforward application of the law of double-effect is possible. The law of double-effect can be formulated various ways, but let’s formulate it like this:

1) An action is morally permissible if it has two effects, one good and one bad, if and

only if
2) The action itself is not morally impermissible and
3) The bad effect is not an end in itself and
4) The bad effect is not a means to the good end and
5) The good effect is proportionate to the bad and
6) There is no better, alternative solution

for folks keeping score at home, note that we just used the word “proportionate.” This term or a synonym is always present in articulations of the law of double-effect, showing that proportion is a valid consideration in Catholic moral theology. Not all reference to something being proportional means that a person is committing the error of proportionalism. Proportionalism treats the proportion of good and bad as the only morally relevant criterion in a moral system. The truth is that it can be a criterion in a moral system but not the only criterion, as is the case here, where we’ve got conditions (2)-(4), which are clearly non-proportional.

So let’s look at conditions (1)-(6) and ask if they are fulfilled, or potentially fulfilled, in the case of shooting down a plane whose hijackers must be assumed to plan on using it as a weapon of mass destruction.

Is condition 1 fulfilled or fulfillable? Yes. Shooting down the plane will have the good effect of stopping it from being used as a WMD. It also has the bad effect of killing everyone (or virtually everyone) on board, as well as additional possible people on the ground who might get killed or injured when the plane comes out of the sky.

Is condition 2 fulfilled or fulfillable? Yes. It is not immoral in itself to shoot down a plane. If it were then it would be immoral for the British to shoot down Nazi bombers in World War II. Is condition 3 fulfilled or fulfillable? Yes. The deaths of the people in the plane and on the ground are not an end in themselves. The object of the moral act is stopping the plane.

Is condition 4 fulfilled or fulfillable? Yes. The deaths of the passengers and those on the ground are not the means by which the plane is stopped. The plane itself is stopped, and the people’s deaths are a side-effect of that.

With the fulfillment of this condition we pass into the realm whereby the act of shooting down the plane is potentially morally justifiable. We have established that the act (physically disabling a WMD) is not wrong in itself (condition 1) and that the deaths that will ensue from this act are neither a means nor an end, meaning that they are a side-effect of the act, which is what needs to happen for the law of double-effect to apply. There are still two conditions that need to be fulfilled, though, before you can actually fire the missle.

Is condition 5 fulfilled or fulfillable? Whether it’s fulfilled in a particular case would depend on the circumstances, but it’s certainly fulfillable in some circumstances. If there is a target within range of the plane that would result in more harm being done than the cost of the lives that would be incurred by shooting the plane down then the good to be achieved (keeping it from its target) is proportionate to the bad effect of the act of shooting it down.

Is condition 6 fulfilled or fulfillable? It’s fulfilled if you don’t have any better way to stop the plane from reaching its target than shooting a missle at it. I suspect that, much of the time at present, this is the most effective and least harmful way to keep it from its target. However, I suspect that in some circumstances, and increasingly with time, it will be possible to find other, better solutions.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: